Tokoh di bidang bisnis industri bernama Sukanto Tanoto dijuluki seseorang yang pantang menyerah dan pekerja keras. Meski ia sukses seperti sekarang ini, kepedulian terhadap masyarakat masih ia junjung tinggi hingga saat ini. Perusahaan pertama yang ia dirikan bernama Raja Garuda Mas kini berubah menjadi Royal Golden Eagle dan merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang Sumber Daya Alam dan menjadi salah satu perusahaan terbesar di dunia. Aset yang mereka pun sudah lebih dari 18 miliar dolar Amerika Serikat dengan mempekerjakan 60 ribu karyawan di berbagai negara. Perusahaan yang berdiri sejak tahun 1973 ini, berbeda dengan kebanyakan perusahaan lain karena mereka tidak hanya mencari profit sebanyak-banyaknya. Bidang bisnis pada RGE sangat beragam namun semua berbasis pemanfaatan sumber daya alam, yaitu: dalam industri kelapa sawit, pulp and paper, pengembangan energi, viscose fibre, serta selulosa spesial. Pada bidang industri kelapa sawit, RGE menjadikan salah seorang anak perusahaan menjadi produsen penting di Indonesia dan menjadikan sebagai salah satu perusahaan kelapa sawit terbesar di Asia bernama Asian Agri. Karena dahulunya RGE sudah pernah menyentuh bidang kelapa sawit, pengalamannya pun tidak perlu diragukan lagi. Dari pengalaman Asia Agri, mereka mengerti tentang tantangan besar yang dihadapi saat menjalankan proses penanaman ulang atau replanting perkebunan. Pada dasarnya, kelapa sawit sebagai tanaman produktif dalam jangka panjang. Akan tetapi pada saat menginjak umur 20 sampai 25 tahun, secara alamiah produktivitasnya berkurang. Petani kelapa sawit telah mengetahuinya, namun petani sering menunda karena hal semacam itu menjadi masa-masa sulit. Biaya yang dibutuhkan untuk penanaman ulang kelapa sawit cukup besar. Pada saat yang sama, penghasilan para petani pun menghilang. Sebab, tanaman tengah diganti dengan yang baru. Padahal, untuk bisa menghasilkan panen pertama, para petani kelapa sawit harus menunggu hingga tiga tahun. Karena mengetahui kondisi para petani, Asian Agri melakukan pendampingan kepada para petani saat menjalani masa replanting. Mereka telah melakukan pendampingan pada November 2017 di Sumatra Utara melalui BPDP. Royal Golden Eagle pada saat itu menyerahkan dana peremajaan kelapa sawit kepada KUD Anugerah Jaya Mandiri Sejahtera. Anggota KUD Anugerah Jaya Mandiri Sejahtera sendiri adalah para petani kelapa sawit swadaya. Lahan seluas 157 hektar proses penanaman ulangnya didukung oleh Asian Agri. Peremajaan pohon kelapa sawit perlu dilakukan secara rutin agar produktivitasnya meningkat. Karena ketika umurnya mencapai 20 tahun ke atas, hasil yang didapatkan petani akan berkurang. Oleh karena itu, para petani diajari cara-cara pengelolaan perkebunan yang baik oleh Asia Agri. Pada saat kelapa sawit belum bisa dipanen, Asia Agri mengajarkan para petani untuk mencari sumber mata pencaharian baru seperti berkebun, berternak, atau melakukan produk untuk berwiraswasta. Pada tahun 2012, petani swadaya yang bekerja sama dengan Asian Agri mengelola lahan seluas 2.791 hektare di Riau dan Sumatera Utara. Luas area yang dikelola setiap tahun dalam kemitraan tersebut terus bertambah. Perusahaan Royal Golden Eagle pada tahun 2018 telah menargetkan lahan kemitraan dengan petani swadaya yang mencapai sekitar 40 ribu. Dan itulah salah satu bukti kerja sama perusahaan yang lahir dengan nama Raja Garuda Mas dengan petani swadaya.